Logo Lembaga Kebudayaan Betawi adalah Hasil Karya H. Sarnadi Adam, yang memiliki makna :

  1. RUMAH BERARSITEKTUR BETAWI

Melambangkan Masyarakat Betawi dalam kehidupan “ Rumah Tangga “ Keluarga Besar Etnis Betawi sangat menghargai dan menjunjung tinggi budaya kekeluargaan dan persaudaraan antar sesame sesuai ajaran agama. Khususnya islam sebagaimana agama yang dianut oleh masyarakat Betawi.

Warna – warni rumah terdiri dari :

( 1 )  Warna Merah pada atap rumah :

Melambangkan giat bekerja keras, sebagaimana sabda Rasulallah SAW kepada kaum muslimin : “ Bekerjalah untuk duniamu seolah – olah englau akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seolah – olah engkau akan mati esok “.

Melambangkan etos perjuangan penuh optimisme. Tidak pernah           mengenal lelah dan putus asa dalam perjuangan. Bertekad memenangkan pertandingan dan atau pertarungan. Warna merah termasuk salah satu warna yang disukai Rasulallah SAW, seperti terbukti dalam berbagai pertempuran melawan kaum kafir Quraisy diawal sejarah perkembangan islam, tenda atau kemah Rasulallah SAW berwarna merah.

( 2 ) Warna Kuning pada kembang kelapa, ornament gigi balang, pagar halaman, tulisan LKB dan pita penyangga :

Melambangkan kegembiraan, kemenangan, kekuasaan, keanggunan. Pada kenyataannya memang orang Betawi gemar pada hal – hal yang bersifat humor, merasa paling benar dan Familiar. Tetapi mempunyai cita – cita setinggi langit, semangatnya juga tinggi, berubah – ubah tapi penuh harapan.

( 3 )  Warna Hitam pada tangkai kembang kelapa, pembatas atas wuwungan, dan tulisan Lembaga Kebudayaan Betawi :

Melambangkan ketegasan, dan keberanian, tetapi juga kesadaran bahwa setiap yang hidup atau bernyawa dibumi ini pasti di satu saat akan terhenti sehingga akan mengalami kehampaan, kematian, kegelapan, kebinasaan, kerusakan dan kepunahan.

( 4 )  Warna Hijau pada daun pintu dan jendela serta halaman depan rumah :

Melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan dan kekerasan hati, tetapi juga memiliki sikap akomodatif dan toleransi. Warna ini mempunyai sifat meningkatkan rasa bangga, perasaan superior dari orang lain.

( 5 ) Putih pada dinding rumah

Melambangkan kebersihan dan kesucian. Sebagai mukmin, orang Betawi memang diwajibkan untuk selalu dalam keadaan bersih dan suci, sebagaimana do’a yang sering dilafazkan sesudah wudhu dan juga dalam firman Allah SWT : “ ….. Innallaha Yuhibbuttawwaabiina wa Yuhibbul – mutathahhiriin “ ( Q.S : Al – Baqarah ; 222 )

  1. MAKNA FILOSOFIS JUMLAH ORNAMEN GIGI BALANG, PAGAR HALAMAN, DAN DAUN KELAPA ;

Ornamen gigi balang berjumlah 17 ( tujuh belas ), susunan papan pagar berjumlah 8 ( delapan ) dan helai daunkelapa berjumlah 45 ( empatpuluh lima ), melambangkan tanggal, bulan dan tahun proklamasi bangsa Indonesia, yaitu 17 Agustus ’45 berlangsung di Jakarta sebagai kota kelahiran orang Betawi.

Tangkai daun kelapa berjumlah 11 ( sebelas ) melambangkan penjumlahan dari 5 ( lima ) Rukun Islam dan 6 ( enam ) Rukun Iman sebagai landasan moral dan akidah Keberagaman kaum Betawi.

Sementara pagar halaman rumah adalah perlambang ketahanan budaya Betawi yang kokoh dan tangguh terhadap pengaruh kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan nilai – nilai luhur kebudayaan Betawi.

  1. RUMUS KONFIGURASI WARNA PADA LOGO LKB

( 1 )  Warna merah pada atap rumah dihasilkan dari campuran warna – warna ;  M:100+Y:100+B:15.

( 2 ) Warna kuning pada kembang kelapa, ornamen gigi baling, pagar halaman, akronim LKB dan pita penyangga dihasilkan dari warna Y:100

( 3 ) Warna hitam pada tangkai kembang kelapa, pembatas atap wuwungan dan tulisan Lembaga Kebudayaan Betawi dihasilkan dari warna B:100

( 4 ) Warna Hijau pada daun pintu dan jendela serta halaman depan rumah dihasilkan dari campuran warna – warna ; Y:100 + C: 100

( 5 ) Warna putih pada dinding rumah dihasilkan dari warna ; putih:100

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar