Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia.  Bahkan Peserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB), melalui UNESCO, mengakui Batik sebagai Warisan Dunia Tak Benda dari Indonesia. Keindahan batik terletak pada motif batik dan juga warna yang khas yang dibuat dari sebuah proses yang tidak biasa. Proses pembuatan batik memerlukan keahlian seni  serta ketelitian dan juga kesabaran yang sangat baik.

Akan tetapi dibalik dari keindahan karya seni Batik ini juga terdapat risiko pencemaran di balik proses pembuatannya yang rumit, yaitu limbah sisa hasil pembuatan batik tersebut. Seperti diketahui, proses pembuatan batik seperti yang berjalan di Rumah Batik Seraci di kawasan Tarumajaya, Bekasi, dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan bahan, pemolaan kain, pemalaman, pewarnaan, dan pelodoran atau penghilangan lilin batik. Nah, pada pada proses pewarnaan hingga pelodoran inilah limbah batik berasal.

Salah seorang pekerja Batik Seraci, Bang Icang, yang ditemui tim liputan LKB pekan lalu, mengaku sudah cukup lama menggeluti pembuatan pakaian tradisional Betawi ini. Ia pun menyadari  bahwa limbah yang dihasilkan dapat merusak lingkungan.  Namun melalui proses penyaringan secara bertahap, limbah dari proses pembuatan batik ini diolah menjadi aman bagi lingkungan.

“Kita memanfaatkan IPAL atau  Instalasi Pengolahan Air Limbah bantuan dari program CSR perusahaan pembangkit listrik yang ada di daerah ini untuk mengolah limbah buangan pembuatan batik,” ujar Bang Icang, sambil menunjuk sekumpulan menara pembangit listrik yang lokasinya tak jauh dari Rumah Batik Seraci. Bang Icang menambahkan air limbah batik ditampung dalam sebuah kolam penampungan. Kemudian ke dalam bak ditambahkan beberapa bahan kimia yang ia sendiri tak tahu persis namanya, tetapi kegunaannya untuk memisahkan limbah padat dan cair. Melalui penyaringan beberapa tahap, diantaranya disaring dengan arang untuk menghilangkan bau, air limbah kemudian dialirkan ke dalam penampungan akhir.

Di dalam bak penampungan akhir ini limbah sudah dinilai aman bagi lingkungan. Di Batik Seraci sendiri air yang sudah menjalani proses pengolahan ini kemudian diresapkan ke dalam tanah. “Jadi aman, tidak ada air yang keluar dari area pabrik,” kata Bang Icang.

Reporter: Iskandar
Editor: Sayadi

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar