Jangan Pandang Sebelah Mata Industri Peci

Kabar 5 November 2018 – “Saya ingin bangkitkan kembali peci. Jangan pandang sebelah mata industri ini,” kata Marullah Matali, Walokota Jakarta Selatan

Orang ada yang menyebutnya, peci, songko, dan ada punya yang bilang khufiyah. Penutup kepala yang amat populer, dipakai mulai dari Bung Karno, Menteri, anggota DPR, sampai tukang cukur, dan lainnya. Pokoknya, khufiyah populer di negeri ini.

Di Betawi, peci ini juga tak kalah populer. Nah, bicara peci atau khufiyah, Sabtu (3/11-2018) lalu, saya datang buat acara Festival Khufiyah Kampung Ulujami, Petukangan, Jakarta Selatan (Acaranya 3-4 Oktober 2018). Asyiknya lagi, acara yang digelar oleh Pemersatu Pelestari Seni Budaya Betawi Ulujami, dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali yang juga orang Betawi.

Marullah Matali yang piawai menyebutkan kue-kue Betawi, bilang, dahulu khufiyah identik dengan Betawi, sebelum tenar di seluruh Indonesia. Nah, di kampung Ulujami dahulu, tumbuh industri khufiyah atau peci. Industri ini sungguh menggeliat zaman itu. Lama-kelamaan pengrajinnya banyak yang pindah dan meninggal. “Saya ingin bangkitkan kembali peci. Jangan pandang sebelah mata industri ini. Kalau bisa garap sebaik-baiknya, orang Jakarta tak perlu beli peci ke Jawa Timur, Sukabumi. Saya dukung ini. Saya ingin kampung ini jadi wisata budaya dengan peci sebagai andalannya,” bilang Marullah Matali.

Fandadi Ptock dan Muhammad Nasri Chandrahms, jauh hari udah sebar adanya festival yang gali kearifan lokal di Ulujami, Petukangan ini. Saya senang ada kegiatan budaya Betawi punya karakter sendiri. Ingat Khufiyah, ingat Ulujami. Keren ini, bikin orang penasaran ada apa di Festival Khufiyah. “Kita ngobrol-ngobrol dengan pegiat budaya Ulujami, buat angkat kembali khufiyah ini, makanya dibuat Festival Khufiyah,” ungkap Bang Ptock yang menginformasikan, kini ada 6 pengrajin khufiyah yang masih ada di Petukangan.

Agar orang terkesan ketika datang ke Festival ini, panitia menyiapkan khufiyah berukuran besar, 2 meter x 1 meter dari plat besi yang dibungkus beludru hitam. Peci besar ini dipajang di sisi kiri panggung festival ini. Oh, ya acara ini diisi dengan beragam kesenian Betawi, mulai dari gambang kromong, atraksi pencak silat Betawi, band Betawi, qasidah, lomba mewarnai, dan lainnya. (RS)

Close Menu