Ilustrasi : Rosa ratnawati

  • Perkembangan :

Disebut kukuruyuk ayam karena pemainnya menirukan suara ayam jantan berkokok. Ada pula yang menyebut permainan ini adu ayam dan pemainnya adalah anak laki-laki belasan tahun.

  • Arena Bermain :

Tanah lapang

  • Cara Bermain :

Saat permainan akan dimulai, bebato menunjuk anggota regunya untuk dikurung dalam sarung dan jongkok. Salah satu ujung sarung diikat. Kedua bebato membawa kurungan sarung menuju garis batas dan berhenti. Anggota yang dikurung berkokok menirukan suara ayam jantan. Kedua bebato berunding, kemudian kurungan diangkat. Jika kondisi jago sebanding, maka permainan dimulai. Dan jika tak sebanding, maka diganti yang sebanding. Kemudian kedua jago beradu kedua telapak tangan dan satu kaki ditekuk ke belakang. Selanjutnya saling mendorong untuk menjatuhkan, namun tidak boleh lewat garis batas. Pemenang adalah yang dapat menjatuhkan dan dapat diadu lagi dengan lawan lain.(RD)

 

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar