Tiap daerah memiliki ragam makanan pokok dengan ciri khasnya masing-masing. Demikian pula masakan Betawi. Penggunaan daun salam, serai dan bawang merah dalam makanannya adalah bumbu andalan di dapur Betawi. Meskipun demikian, masuknya budaya luar yang menimbulkan akulturasi budaya turut membuat banyak makanan Betawi terpengaruh dengan masakan bangsa lain sehingga sangat kaya, baik ragam maupun rasa.

Aneka Kue Betawi, Foto: Edi Permana

Pengaruh Cina
Pembauran dan adaptasi orang Cina yang tinggal di Jakarta dengan penduduk pribumi menghasilkan perpaduan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk makanan. Jenis makanannya antara lain bakmi dan bakso. Bak dalam bahasa Cina adalah daging babi, so artinya bulat. Jadi bakso adalah daging babi yang dibuat bulat. Bakmi adalah mi yang dicampur daging babi. Karena babi adalah haram bagi umat Islam, maka daging babi pada bakso dan bakmi diganti dengan daging sapi atau ayam.
Bihun dan tahu asal Cina menjadi salah satu unsur dalam hidangan istimewa khas Betawi seperti soto mi, ketoprak, pecel bihun, taoge goreng dan lain-lain. Di samping itu ada juga tim asam jawa, daging sengkel masak kecap, ikan lele kukus, kimlo, jamur kuping, pindang pare dan lain sebagainya yang memperkaya ragam makanan yang ada di Ibukota.
Pengaruh India
Pengaruh India dibawa oleh para pedagang dari Gujarat India yang membawa serta pedagang dari Kerala, yang terkenal sebagai juru masak handal. Mereka yang memperkenalkan kari, jenis masakan yang berasal dari Tamil, India namun menggunakan rempah-rempah yang berasal dari Indonesia. Mereka juga membawa martabak, atau yang disebut orang Kerala sebagai beda roti yang berarti roti dengan telur. Konon, mereka pula yang memperkenalkan penggunaan santan dalam masakan, sehingga menghasilkan hidangan nasi uduk yang terkenal di seluruh Jakarta, bahkan Indonesia.
Pengaruh Arab
Masakan Arab terkenal dengan bumbu rempah-rempahnya seperti jintan, kapulaga, cengkeh, kayu manis, wijen dan minyak samin sehingga aroma rempahnya sangat nyata dengan rasa bertemu pedas. Beberapa contoh jenis masakan Arab dalam sajian dapur Betawi seperti acar bawang merah, sambal cipri, soto tangkar, lapis benggala, nasi bukhari, sayur bebanci, nasi goreng kambing, nasi kebuli, pacri nenas dan masih banyak lagi.
Pengaruh Portugis
Jejak komunitas keturunan Portugis masih dapat kita jumpai di Kampung Tugu di utara Jakarta. Salah satu ciri masakan Portugis terletak pada bumbu yang dibakar. Contoh masakannya adalah  pindang serani, dimana bumbu-bumbu pembuatnya dibakar terlebih dahulu. Begitu pula hidangan ringan kenari pada bolu karamel, talam singkong, dan lain-lain.
Pengaruh Belanda
Perpaduan masakan Belanda-Betawi lebih cenderung menggunakan bahan makanan khas barat seperti susu, margarin, keju dan makaroni. Salah satu jenis peninggalan Betawi-Belanda yang tersohor dan diminati adalah semur jengkol. Kata ’semur’  berasal  dari bahasa Belanda smoor, yang artinya dimasak dengan api kecil. Selain itu, ada beberapa jenis makanan peninggalan Belanda  seperti risoles, dadar gulung, makaroni skutel, dan sayur lelawar.
Kuliner Asli Betawi
Aneka ragam kuliner asli Betawi tersebar di beberapa daerah di Jakarta. Ada beberapa tempat yang menjadi pusat makanan tradisional Betawi di Jakarta, seperti di Setu Babakan dan Condet. Di cagar budaya Setu Babakan banyak terdapat aneka ragam jajanan khas Betawi, diantaranya laksa ayam, kerak telor, taoge goreng, gado-gado, rujag bebek, soto mi, bir pletok dan dodol.

Dodol Betawi, Foto : Edi Permana

Sedangkan di Condet dapat kita temui serondeng kacang, semur Betawi, opor ayam, dodol, onde-onde, geplak, wajik dan roti buaya. Di samping itu banyak warga setempat yang menjadi pembuat emping melinjo dan perajin dodol.

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar