JAKARTA, LEMBAGA KEBUDAYAAN BETAWI- Masyarakat Betawi tidak bisa menghindar dengan masuknya era informasi. Sejak maraknya internet yang kini menjadi wahana informasi utama masyarakat, orang Betawi juga mau tidak mau harus menyesuaikan diri dan mengadopsi teknologi yang relatif baru bagi mereka. Ini dimaksudkan agar budaya Betawi tetap bisa eksis dan tidak tergilas oleh banjirnya informasi lainnya yang menerpa masyarakat.

Menghadapi masalah ini LKB (Lembaga Kebudayaan Betawi) memberi pembekalan kepada sanggar-sanggar yang berada di bawah binaan LKB dengan melakukan Literasi Informasi Digital dalam bentuk pelatihan atau Workshop Pembuatan Audio Visual. Selama 3 hari workshop digelar di Cafe Papabro di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa-Kamis (15-17 Oktober 2019). Setiap hari ada 25 peserta dari sanggar yang mengikuti workshop ini, masing-masing membahas materi yang berbeda. Hari pertama, peserta diajarkan bagaimana memproduksi konten video. Nantinya mereka diharapkan bisa memproduksi video kegiatan sanggarnya masing-masing sehingga sanggarnya bisa lebih dikenal masyarakat luas.  “Workshop ini penting agar sanggar-sanggar seni di bawah LKB mampu mempromosikan kegiatan dan sosok sanggar mereka kepada masyarakat luas,” ujar Yusron, Ketua Bidang Komunikasi LKB, usai pembukaan pelatihan.

 

Selanjutnya pada hari kedua materi yang diberikan terkait dengan media sosial sehingga konten yang sudah diproduksi bisa disebarluaskan melalui media sosial yang sudah biasa digunakan masyarakat dalam berkomunikasi. Sementara pada hari ketiga materi yang disampaikan adalah kupas tuntas kebudayaan Betawi, dengan maksud membuka wawasan pengetahuan para peserta mengenai kebudayaan Betawi. Para narasumber Yahya Andi Saputra, Yoyo Muchtar, Anwar Albatawie dan juga Ketua Umum LKB, H. Beki Mardani, memberikan pemaparan tentang budaya Betawi dengan sudut pandang yang saling melengkapi.

“Kami berharap melalui pelatihan ini sanggar-sanggar binaan LKB memiliki pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan untuk mempromosikan diri, sehingga budaya khususnya kesenian Betawi dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat,” tambah Yusron. (syd)

 

 

 

 

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar