Ondel-ondel kadung ditetapkan sebagai salah satu ikon budaya Betawi. Untuk itu, upaya pelestarian dan pengembangan wajib dilakukan. Bagaimana dengan ondel-ondel yang digunakan sebagai alat ngamen di jalanan?

Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), bilang Ketua Umumnya H. Beky Mardani, menyambut baik dan mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan penertiban terhadap pengamen ondel-ondel yang belakangan mulai banyak dikeluhkan masyarakat pengguna jalan.

LKB prihatin jika ikon Betawi tersebut dieksploitasi sekadar buat kepentingan pribadi, bahkan mengganggu masyarakat umum. Apalagi mereka yang mengeksploitasi itu sebagian besar bukan sanggar-sanggar Betawi atau penggiat pelestarian budaya Betawi yang nota bene stake holder pelestarian budaya, namun murni ingin mencari uang dari aktivitas tersebut.

Namun di sisi lain, sejalan dengan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi, LKB pun berharap agar Pemprov DKI memfasilitasi sanggar-sanggar Betawi untuk berkreasi dan mempertunjukkan kemampuannya di ruang publik secara periodik. Termasuk dalam hal seni pertunjukan ondel-ondel.

“Penertiban ini tidak perlu dengan merevisi Perda, karena prosesnya bisa panjang. Cukup dengan Peraturan Gubernur yang khusus mengatur hal itu,” tambah bang Beky Mardani. Cintailah budaya dengan tidak merendahkan nilai-nilai.yang ada di dalamnya.

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar