Ilustrasi : Rosa Ratnawati

  • Perkembangan :

Permainan ini dapat ditemukan di sebagian besar  wilayah Betawi, dan pada perkembangannya terdapat berbagai macam variasi permainan. Mayoritas permainan ini dilakukan oleh anak-anak wanita.

  • Arena Bermain :

Ruang terbuka

  • Peralatan :

Jalinan karet yang membentuk tali

  • Cara Bermain :

Pada sasarnya permainan karet ini terbagi dua regu. Dua orang penjaga bertugas memegang jalinan karet dengan ketinggian tertentu, dan regu lawannya berusaha untuk melompati karet tersebut. Pada dasarnya terdapat beberapa variasi permainan :

  • Karet Lompat

Regu pemasang membentangkan karet dengan urut-urutan ketinggan sebagai berikut :

  • setinggi dengkul (pelompat tidak boleh menyentuh karet)
  • pinggang (pelompat tidak boleh menyentuh karet)
  • pusar
  • pundak
  • telinga
  • kepala
  • sejengkal di atas kepala
  • ukuran tangan terbuka (disebut “merdeka”)

 

  • Karet Puter

Permainan dilakukan dengan memutar-mutar jalinan karet, dan pemain harus melompati karet tersebut. Pada permainan ini diperlukan ketangkasan pelompat untuk mengikuti irama putaran karet. Sebelum bermain ditentukan batasan berapa kali putaran karet yang harus dilompati oleh pemain. Jika gagal sebelum mencapai jumlah putaran yang disepakati, pemain dinyatakan kalah. (RD)

 

  • Karet Yeye

Permainan dilakukan dengan melompati jalinan karet dengan lompatan yang melilit karet dan kemudian pemain harus berusaha melepas lilitan tersebut kembali. Pemain dinyatakan kalah ketika karet terlepas dari lilitan (pada saat tahap melilit karet), dan ketika karet tidak lepas dari lilitan (pada tahap melepas karet).

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar