Palogan Gundu
Ilustrasi : Irah Mahmudah
Ilustrasi : Irah Mahmudah
  • Perkembangan :

Permainan ini sudah dikenal sejak masa penjajahan Belanda, tenggelam pada masa penjajahan Jepang, kemudian berangsur-angsur muncul kembali. Permainan ini lebih dikenal didaerah Rawa Barat, Kebayoran Baru, dan dimainkan setiap saat.

  • Arena Bermain :

Tanah lapang

  • Peralatan :

Balok kayu 2 m, lebar 15 cm, tinggi 12 cm. Balok kayunya disebut palogan. Balok ditaruh horisontal menghadap empat pemukul gundu atau pidian

  • Cara Bermain :

Jarak palogan–pidian 4 m. Jarak  palogan–pasangan gundu 1,5 m. Jarak jajaran gundu–gundu 10 cm, jarak pasangan gundu–pidian 2,5 m. Sebelum permainan dilakukan, diadakan undian untuk menentukan yang mulai bermain. Regu I (A & B) sebagai pemain terdahulu. Regu II (C & D) lalu memasang gundunya. A dan B menyentil gundunya dari pidian ke gundu C dan D tadi. Jika sentilan tadi mengena, maka mendapat bayaran (karet gelang atau gundu). Jika regu I telah selesai menyentil gundu, maka dimulai dari awal. Apabila sentilan tidak mengena, maka terjadi pergantian pemasangan dan penyentilan.(RD)

Close Menu