Menyusul ditetapkannya Pencak Silat sebagai WBTB Dunia oleh badan dunia Unesco, digelarlah diskusi bernas di selasar Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), pada Ahad (26/1) lalu. Obrolan menarik itu agendanya bicara tentang Pencak Silat Betawi.

Narasumber yang terlibat dalam diskusi ini antara lain Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta Iwan Henri Wardhana, Ketua Bidang Komunikasi Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) H. Yusron Sjarief, dan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus peneliti Pencak Silat Betawi Gres Grasia Azmin.

Hadir pula beberapa guru Pencak Silat, antara lain: maestro Pencak Silat Betawi dan Guru Besar PSPD H. Sanusi, Guru Besar Red Beksi H. Basir, H Abu Sadelih, H Cacang, dan lain-lain.

Menurut Babe H. Sanusi yang biasa dipanggil Babe Uci – Guru Besar PSPD (Pusaka Jakarta), orang Betawi menyebut bela dirinya dengan istilah “maen pukulan”. “Buatlah gebrakan. Jangan tanggung-tanggung. Namun maen pukulan Betawi tetep mesti utamakan akhlak, agar anak-anak muda tak tawuran. Bikin kegiatan yang nyata untuk tanggulangi ini,” ungkap lelaki kelahiran tahun 1928 dan dikenal sebagai koreografer silat film “Si Pitung”

Gres Grasia Azmin menyebut kurangnya artikel tentang Pencak Silat. Dalam situs Garuda yang dikelola Kemendikti misalnya, hanya ada 54 artikel silat dan per Januari 2020 ada 534 artikel terkait pencak silat, sementara di Google Scholar ada lebih 7000 publikasi terkait pencak silat.

Sementara kepala Dinas Kebudayaan Iwan Henry Wardhana mengajak pegiat budaya agar membuat event di berbagai tempat di Jakarta. Ia juga berharap semua bisa saling belajar dengan banyak membaca referensi.

H Yusron Sjarief yang mewakili LKB dan pernah menjadi produser program “Jejak Pendekar” di Teve One mengatakan, maen pukulan Betawi wajib terus berbenah agar bisa beradaptasi dengan kondisi kekinian. Jangan pernah malu kalo kita menggeluti Pencak silat.

Diskusi ditutup dengan atraksi maen pukulan Betawi. Mulai dari Pusaka Jakarta, Beksi, Gerak Ras Sanalika, Cingkrik, Troktok, dan Laskar Barat Bersatu unjuk kebolehan dalam acara ini. Semoga maen pukulan Betawi senakin jadi tuan rumah di kampungnya. Dan kegiatan ini membawa keberkahan buat kita semua. Aamiin.

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar