Ilustrasi : Irah Mahmudah

  • Perkembangan :

Serok artinya menyendok atau mengambil sesuatu dengan menggunakan alat tertentu. Serok kwali kebanyakan dimainkan oleh anak perempuan yang berumur 6–12 tahun. Permainan ini banyak dikenal oleh masyarakat didaerah Duren Tiga, kecamatan Mampang Prapatan.

  • Arena Bermain :

Tanah lapang

  • Peralatan :

Biji-bijian (sawo, sangak), kerikil, daun pisang

  • Cara Bermain :

Permainan diawali dengan suitan atau hompimpa untuk menentukan siapa yang jalan/mulai lebih dahulu. Kemudian para pemain bersimpuh membentuk lingkaran sambil meletakkan biji-bijinya ke tengah lingkaran. Pemain yang jalan dulu, menggenggam biji-bijian itu dan menyebarnya ke lantai. Kemudian dengan daun mengambil (menyendok) biji-biji yang udah tersebar ke lantai satu demi satu dan diletakkan di dekat kakinya. Sekali menyerok tidak boleh lebih dari satu biji dan mengenai biji yang lain sehingga harus hati-hati. Kalau sampai terjadi maka pemain dianggap mati (berhenti main) dan diganti oleh pemain berikutnya. Biji yang berhasil dikumpulkan akan menjadi miliknya. Pemain yang bijinya paling banyak akan dianggap sebagai pemenang. Jika biji-biji sudah habis, permainan tetap dilanjutkan dari awal. Jika ada pemain yang kehabisan biji, maka ia tidak bisa ikut lagi atau pemain lain yang meminjamkan biji-bijinya. Dengan syarat biji-biji pinjaman itu akan dikembalikan jika menang dalam permainan berikutnya.(RD)

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar