Musik tanjidor sangat dipengaruhi musik Belanda. Alat musiknya terdiri atas klarinet, peston, Trombon, Tenor, Bass, Gendang dan Drum (Beduk).Lagu-lagu yang dibawakan antara lain : Batalion, Kramton, Bananas, Delsi, Was Tak-tak, Welmes, Cakranegara. Judul lagu itu berbau Belanda meski dengan ucapan Betawi. Lagu-lagu tanjidor bertambah dengan membawakan lagu-lagu Betawi seperti : Jali-Jali, Surilang, Sirih Kuning, Kicir-Kicir, Cente Manis, stambul, dan persi.

Tanjidor berkembang didaerah pinggiran Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Cibinong, Citeureup, Cileungsi, Jonggol, Parung dan tangerang. Didaerah itu dulu banyak terdapat perkebunan dan Villa milik orang Belanda, dimana budak-budak mereka memainkan musik tanjidor untuk sang tuan. Adapun grup tanjidor yang kini menonjol adalah, Putra Mayangsari dibawah pimpinan Marta Nya’at, Pusaka Pimpinan Said dari jagakarsa, Pusaka Tiga saudara  dibawah pimpinan Ma’ah Piye dari kalisari cijantung.

 

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar