Sebagai tarian rakyat, tari topeng memiliki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi disana-sini terdapat variasi gerakan yangh sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan.

Dalam tari kembang topeng penari tidak memakai topeng. Topeng atau kedok dipakai pada tari topeng kedok atau tari topeng tunggal. Topeng yang dipakai berjumlah tiga buah. Masing masing berwarna putih, merah, dan hitam. Ketiganya memiliki karakter sendiri, yaitu karakter Subadra, Srikandi, dan Jingga.

Tari topeng Betawi memiliki kekhasan tersendiri. Koreografer tari Betawi masa kini banyak memperoleh inspirasi dari topeng. Tari kreasi baru seperti Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, Topeng Sengget, dan lain-lain bersumber pada topeng Betawi.

Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet gandes, topeng tunggal, enjot-enjotan, Gegot, Topeng cantik,Topeng putri, Topeng Ekspresi, kang haji dan lain-lain. Sementara tari kreasi baru yang mendapat inspirasi dari tari Topeng antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek balen, Kembang Lambang sari, nandak ganjen, topeng Sengget dan lain-lain.

 

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar