• Ilustrasi : Irah Mahmudah

      Perkembangan :

    Permainan ini disebut juga hopscotch. Meski nama permainan ini berbau Skotlandia, tetapi permainan ini tidak berasal dari sana. Kapan permainan ini dimulai tak seorang pun tahu. Permainan ini dikenal baik di inggris, Rusia, India, maupun Cina. Masuk ke Jakarta (Indonesia) di bawa bangsa barat, boleh jadi pada abad ke 18. latar belakang filosofi permainan ini sangat dekat dengan kepercayaan agama. Blok – blok hopscotch terdiri atas bumi, neraka, syurga dan pos – pos.

    • Arena Bermain :

    Tanah lapang atau halaman yang diberi diagram dampu dengan 5 blok, dimana masing – masing blok mengandung makna tertentu yaitu gunung, rumah dan tangga.

    • Peralatan :

    Bete atau pecahan genteng

    • Cara Bermain :

    Dalam bermain tiple para pemain mengangkat sebelah kakinya meloncat dari satu blok ke blok lain. Diagram tiple secara berurutan menempatkan gunung pada strata tertinggi yang menyimbolkan gunung sebagai preferensi pada sistem nilai betawi. Dalam mitos betawi ada gunung yang dianggap punya nilai magis yaitu : Gunung Puteri, Gunung sindur, Gunung Kreneng, dan Gunung Sembung. Setelah gunung, kita dapatkan rumah, yang menyimbolkan kemapanan hidup duniawi. Untuk mencapai rumah dan B orang harus melalui leher yang menggambarkan sasaran antara, dan sebelumnya harus ditempuh dulu sayap dan tangga. (RD)

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar