Ilustrasi : Rosa Ratnawati

  • Arena Bermain :

Di dalam atau di luar rumah

  • Cara Bermain :

Lagu permainan untuk mengiringi permainan menyusun kepalan tinju secara vertikal. Syair lagunya adalah sebagai berikut :

 

Pong pong balong,

Ketipung balong,

Bunyi merak bunyi sampi,

Pece telor sebiji.

 

Jalannya permainan sebagai berikut : sejumlah dua atau beberapa anak meletakkan tinjunya bersusun diatas satu dan lainnya. Anak yang penghabisan menggeser salah satu tinjunya dan telapak tangannya tetap ditempat, sambil menyanyikan lagu pong pong balong tadi. Pada sebiji, maka tinju yang paling bawah dibuka, kemudian nyanyian diulangi lagi. Kembali pula dibuka sebuah tinju, begitu seterusnya. Setelah semua tinju terbuka, tersusun di atas satu dengan lainnya, maka anak yang tangannya paling atas, mencocokkan jari telunjuknya di sela–sela jari–jemari tangan yang tersusun itu, sampai menyentuh alas meja tempat mereka bermain atau tanah kalau permainan dilakukan di tanah. Saat mencocokkan jari tersebut, ia berkata “korek korek pantat ayam tembus apa belon”.

Kalimat pertama dan kedua tidak mempunyai makna apa–apa kecuali untuk mendapatkan irama sajaknya saja. Bunyi merak bunyi sapi memang dapat dimaklumi artinya, namun hubungannya dengan kalimat terakhir, hanyalah untuk memberikan irama bersajak pada huruf akhir berbunyi i. Sedangkan pece telor adalah bahasa khas Jakarta, yang artinya ialah pecah telor, dan yang dimaksudkan dengan telor itu, adalah kepalan tinju yang dibuka

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar