Ilustrasi : Irah Mahmudah

    • Perkembangan :

    Permainan ini di beberapa daerah disebut kalawadi. Lahir karena anak-anak yang kaget melihat kadal, memukulnya hingga kadal melompat sangat jauh. Kemudian di buat permainan yang menyerupai memukul kadal tadi.

    • Arena Bermain :

    Tanah lapang

    • Peralatan :

    Alat permainan berupa kayu bulat dan panjang +/- 40 cm dan diameter 2,5-3 cm untuk alat pemukul (pengetok), +/- 10 cm untuk alat kadalnya, serta lubang berdiameter +/- 5 cm atau dua batu (bata) diletakkan sejajar dengan jarak +/- 5 cm. Kayu yang digunakan, kayu nangka atau jenis kayu lain yang kuat.

    • Cara Bermain :

    Permainan dilakukan oleh 2 kelompok. Setelah ketua kelompok (komandan) melakukan undian dengan suit, kelompok yang menang bisa mulai dulu dan yang kalah menjaga. Dilakukan dengan mencongkel kadal dari lubang setinggi dan sejauh-jauhnya. Kalau tertangkap (bal) oleh kelompok yang jaga maka pemain dianggap mati dan dilanjutkan pemain kedua. Jika tidak tertangkap, Kadal dilempar kepemukul. Kalau kena maka mati. Tapi kalau tidak kena permainan dilanjutkan.

    Selanjutnya pemain memukul kadal yang dipegang pada satu tangan sejauh-jauhnya. Kalau tertangkap maka kalah. Jika tidak tertangkap, dilanjutkan dari awal tetapi jarak kadal dari lubang dihitung dengan menggunakan alat pukul. Ukuran panjang alat pukul, nilainya satu. Penilaian selanjutnya dihitung dari jumlah pukulan. Pukulan sekali nilainya satu kali 10, dan seterusnya kelipatan 10. Kelompok yang mendapat nilai lebih banyak adalah pemenangnya.(RD)

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar