JAKARTA-Sekarang ini zaman profesional. Jadi seniman juga kudu profesional. Yang kagak profesional dengan sendirinya bakal terpental. Perkembangan ke depan memang begitu adanya. Apalagi buat seniman Betawi yang berada di pusat pusaran perubahan budaya di Indonesia. Menjadi profesional adalah sebuah keharusan.

Itu sebabnya Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) H. Beki Mardani memulai langkah menuju tonggak Seniman Betawi yang Profesional. Langkah awal dilakukan dengan melakukan silaturahmi dengan Sekjen Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), di kantor Baznas di Jakarta, Senin (22/7), guna berdiskusi membahas peningkatan kompetensi profesi ini. Mengapa ke Baznas? Karena Sekjen Baznas adalah juga Ketua Umum DPW Lasqi DKI Jakarta, yaitu H. Jaja Jaelani, yang mengurusi seni qasidah, satu cabang seni yang sangat digandrungi oleh masyarakat Betawi. Selain itu Baznas memiliki pengalaman melakukan uji kompetensi terhadap amil zakat yang merupakan ujung tombak pengelolaan zakat di Indonesia.

H. Beki Mardani menyatakan syukur dan berterima kasih kepada Baznas yang telah telah memberi kesempatan bagi LKB untuk memperoleh gambaran tentang petingnya komptensi profesi dan bagaimana pengelolaannya. “Bagi seniman Betawi peningkatan kompetensi profesi ini sangat penting dilakukan, karena nantinya dengan ujian-ujian komptensi pada masing-masing bidang, para seniman tidak hanya akan memperoleh sertipikat sebagai pengakuan atas kemampuannya. Tapi juga akan terjadi peningkatan apresiasi terhadap setiap penampilannya, termasuk juga seniman qasidah” ujar H. Beki.

Silaturahmi LKB-Baznas ini dirasakan besar manfaatnya sebagai langkah pertama menuju jalan cerah seniman Betawi yang lebih profesional. (SY & RD)

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar