• Ilustrasi : Irah Mahmudah

    Arena Bermain :

Luar ruangan

  • Cara Bermain :

Sebelumnya, dua orang yang nantinya akan menjadi induk ayam atau Ulung, mencari anak buah dulu. Anak yang jaga seluruhnya berbaris susun ke belakang dan saling memegang pundak masing-masing, lalu mereka beramai-ramai menyanyikan lagu Wak-wak Kung :

 

Wak-wak kung nasinye nasi jagung

Lalapnya daon utan

Sarang gaok dipohon jagung

Gang … ging … gung …

 

Tam-tambuku

Seleret daon delime

Pato klembing pate paku

Tarik belimbing

Tangkep satu

Pit ala’ipit

Kuda lari kejepit-sipit.

 

Lagu pengiring tersebut dinyanyikan sambil berbaris mengelilingi dua pemain yang berhadapan dengan tangan diacungkan dan berpegangan membuat terowongan. Sampai lagu berakhir, barisan masuk terowongan dan anak yang tertangkap akan ditawari mau berada dibelakang siapa (disimbolkan, “kamu mao bulan ape bintang?”)

Setelah masing-masing mempunyai anak buah, keduanya suit untuk mengambil anak buah yang kalah dan menjadi induk ayam. Sedang yang kalah dan menjadi induk ayam. Sedang yang kalah menjadi burung ulung. Kemudian perburuan pun dimulai. Jika semua anak buah pemain yang menang habis tertangkap, ganti induk yang dikejar hingga tertangkap.

Tentang Penulis

Lembaga Kebudayaan Betawi

Tinggalkan Komentar